Tembilahan, 21 Desember 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Ibu, KOHATI Komisariat Ekonomi UNISI bersama HMJA UNISI, HMJM UNISI, dan HMBD UNISI sukses menyelenggarakan kegiatan Sharing Session Hari Ibu dengan mengusung tema “Ibu: Antara Kodrat dan Konstruksi Sosial”. Kegiatan ini dilaksanakan pada 21 Desember 2025 bertempat di Cafe Trezora, Tembilahan, dan dihadiri oleh mahasiswa lintas jurusan Universitas Islam Indragiri.
Kegiatan ini diawali dengan persembahan puisi yang menggambarkan kasih, pengorbanan, dan keteguhan seorang ibu. Pembacaan puisi tersebut menjadi pembuka yang penuh haru dan refleksi, sekaligus mengantarkan peserta pada suasana diskusi yang hangat dan bermakna.
Kegiatan ini dirancang sebagai ruang diskusi reflektif dan edukatif untuk membahas peran ibu dari berbagai perspektif agama, sosial, pendidikan, dan realitas kehidupan. Mengangkat nilai Al-Ummu Madrasatul Ula, kegiatan ini menegaskan bahwa ibu merupakan sekolah pertama bagi generasi, sekaligus individu yang memiliki hak untuk dihargai, belajar, dan berkembang tanpa beban konstruksi sosial yang berlebihan.
Pemateri pertama, Musdalifa, S.E., M. Ak selaku Ketua Umum KOHATI Cabang Tembilahan Periode 2010-2011 yang saat ini menjabat sebagai Komisioner BAWASLU INHIL membuka diskusi dengan refleksi kritis mengenai realitas sosial yang kerap membingkai perempuan dalam standar ideal tertentu. Ia menekankan bahwa perjuangan perempuan tidak bisa dilepaskan dari kesadaran akan potensi diri dan dukungan lingkungan. “Di balik setiap perempuan yang mampu berkiprah dan sukses, sering kali ada dukungan laki-laki yang luar biasa. Kebijakan afirmatif seperti kuota 30 persen tidak akan bermakna tanpa potensi yang melekat dalam diri perempuan. Karena itu, perempuan tidak seharusnya merasa termarginalkan,” ungkapnya.
Pemateri kedua, Assoc. Prof. Dr. Fitri Wahyuni, S.H., M.H., selaku Bendahara Dewan Pendidikan Indragiri Hilir, menyoroti peran ibu dalam pendidikan dan pembentukan karakter anak. Ia mengaitkan pembahasan dengan ajaran agama yang menempatkan ibu pada posisi yang sangat mulia. “Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita untuk memuliakan ibu, karena ibu adalah madrasatul ula, sekolah pertama bagi anak-anaknya. Dari rahim, asuhan, dan teladan ibulah nilai dan akhlak generasi dibentuk,”jelasnya.
Selanjutnya, Ny. Andini Farouk, Ketua Bhayangkari Cabang Indragiri Hilir, mengajak peserta untuk membangun solidaritas sesama perempuan. Ia menekankan bahwa setiap perempuan memiliki jalan dan waktunya masing-masing untuk berkembang. “Jadilah perempuan yang mendukung perempuan lainnya. Kita tidak harus sama, karena kita bukan mereka dan mereka bukan kita. Setiap perempuan akan bersinar pada waktunya, seperti matahari dan bulan yang menyinari bumi secara bergantian,” tuturnya.
Pemateri terakhir, Yuliantini, Sos., M.Si., selaku Wakil Bupati Indragiri Hilir, menyampaikan pandangan mengenai peran strategis ibu dalam pembangunan keluarga dan masyarakat. Ia menegaskan pentingnya dukungan kebijakan dan lingkungan yang adil bagi perempuan. “Perempuan, khususnya ibu, adalah fondasi penting dalam keluarga dan masyarakat. Ketika ibu diberi ruang, dukungan, dan kesempatan untuk berkembang, maka yang tumbuh bukan hanya dirinya, tetapi juga generasi dan peradaban di sekitarnya,” ujarnya.
Diskusi berlangsung dalam suasana hangat dan dialogis. Para peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan dan berbagi pandangan, menjadikan forum ini sebagai ruang pertukaran gagasan yang hidup dan bermakna.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, acara diakhiri dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan penghormatan terhadap peran ibu. Momen ini menjadi penanda kebersamaan sekaligus harapan agar nilai-nilai yang dibahas dalam sharing session dapat terus hidup dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Panitia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar peringatan seremonial Hari Ibu, melainkan ruang kesadaran bersama. “Kami ingin Hari Ibu dimaknai sebagai momentum refleksi, bahwa memuliakan ibu tidak cukup dengan kata-kata, tetapi juga dengan membangun pemahaman yang adil terhadap peran dan beban yang mereka pikul,” ungkap perwakilan panitia.
Melalui kegiatan Sharing Session Hari Ibu ini, KOHATI Kom. Ekonomi UNISI, HMJA UNISI, HMJM UNISI, dan HMBD UNISI berharap dapat terus menghadirkan ruang-ruang diskusi yang kritis, inklusif, dan bermakna, serta menumbuhkan kesadaran mahasiswa terhadap nilai keadilan gender dan kemanusiaan di lingkungan kampus maupun masyarakat.