Terusan kempas-Rabu, 10 Juni 2026, kawasan pesisir tampak lebih ramai dari biasanya. Warga, mahasiswa, dan personel kepolisian berkumpul dalam sebuah kegiatan yang menggabungkan kepedulian terhadap lingkungan, literasi, dan kesehatan masyarakat.
Kegiatan yang ditaja oleh Polres ini diawali dengan penanaman mangrove di kawasan pesisir. Ratusan bibit mangrove ditanam secara gotong royong sebagai upaya menjaga ekosistem pantai dari ancaman abrasi serta memperkuat kawasan pesisir yang rentan terhadap perubahan lingkungan. Bagi masyarakat pesisir, mangrove bukan sekadar tanaman, melainkan pelindung alami yang menopang kehidupan di wilayah pantai.
Usai penanaman mangrove, kegiatan berlanjut dengan program Kapal Baca. Kapal tersebut menghadirkan berbagai koleksi buku bacaan yang dapat diakses oleh anak-anak dan masyarakat setempat. Kehadiran Kapal Baca menjadi ruang belajar alternatif yang mendekatkan literasi kepada masyarakat pesisir. Sejumlah anak tampak antusias memilih buku yang mereka sukai.
Pada saat yang sama, Polres juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksakan kondisi kesehatan, mulai dari pengecekan tekanan darah hingga konsultasi kesehatan dasar. Layanan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap akses kesehatan masyarakat, khususnya bagi warga yang tinggal di wilayah pesisir.
Rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan yang saling melengkapi. Pelestarian lingkungan, peningkatan literasi, dan pelayanan kesehatan hadir dalam satu gerakan yang bertujuan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sebagai bagian dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), saya, Aidil Akbar, melihat kegiatan ini sebagai bentuk kolaborasi yang sangat baik antara kepolisian, mahasiswa, dan masyarakat. Kegiatan seperti ini juga sejalan dengan semangat yang selama ini dipegang oleh kader HMI, yaitu hadir dan memberi manfaat di tengah masyarakat. Bagi kami di HMI, pengabdian kepada masyarakat bukan hanya slogan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan yang memberi manfaat nyata bagi umat dan bangsa. Tidak hanya melalui diskusi dan gagasan, tetapi juga lewat aksi nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Kami juga mengapresiasi dan mendukung langkah Polres Indragiri Hilir yang terus menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan penanaman mangrove, Kapal Baca, dan layanan kesehatan gratis ini menunjukkan bahwa kehadiran kepolisian tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga turut berperan dalam mendorong kepedulian sosial, pendidikan, dan pelestarian lingkungan. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk bersama-sama membangun masyarakat yang lebih maju, sehat, dan peduli terhadap lingkungan.
Melalui kegiatan ini, semangat gotong royong, kepedulian sosial, serta kesadaran menjaga lingkungan dapat terus tumbuh bersama. Hal-hal sederhana seperti menanam mangrove, menghadirkan ruang baca, dan memberikan layanan kesehatan menjadi langkah kecil yang membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat pesisir.
Di pesisir itu, yang tumbuh bukan hanya bibit-bibit mangrove. Harapan juga ikut ditanam—harapan akan lingkungan yang lestari, masyarakat yang sehat, dan generasi muda yang semakin dekat dengan dunia literasi. Harapan yang tumbuh bersama semangat kolaborasi dan pengabdian untuk masyarakat, demi masa depan Indragiri Hilir yang lebih baik.