Tembilahan – Berangkat dari semangat teologis bahwa wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah Iqra' (bacalah), budaya literasi sejatinya memiliki hubungan yang sangat erat dengan nilai-nilai keislaman. Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, peradaban, dan pengembangan intelektual umat sebagaimana dicontohkan pada masa Rasulullah SAW.
Atas dasar semangat tersebut, TBM Insan Cita menghadirkan kegiatan "Literasi Teras Masjid" yang dilaksanakan di Masjid Darussalam Al-Mubin, Jalan Pelajar, pada Jumat (19/06/2026). Kegiatan ini menjadi ikhtiar untuk mengembalikan fungsi masjid sebagai ruang belajar yang terbuka bagi masyarakat sekaligus menghadirkan wajah baru gerakan literasi di Kabupaten Indragiri Hilir.
Mengusung konsep sederhana namun bermakna, kegiatan ini menghadirkan berbagai agenda seperti lapak baca, sharing session, read aloud, kuis interaktif, hingga foto bersama. Anak-anak, remaja dan pegiat literasi tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang berlangsung di teras masjid.
Salah satu pegiat literasi TBM Insan Cita menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk mencoba kembali gerakan literasi dengan gaya baru dan ruang baru. Jika selama ini aktivitas literasi banyak dilakukan di sekolah, taman baca, atau ruang-ruang komunitas, maka kali ini masjid dipilih sebagai ruang belajar dan ruang intelektual yang dekat dengan masyarakat sebagai mana masjid Nabawi dahulu.
"Melalui Literasi Teras Masjid, kami ingin menghadirkan kembali semangat belajar yang tumbuh dari lingkungan masyarakat. Masjid bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga ruang dialog, ruang bertukar gagasan, dan ruang pembentukan peradaban. Karena itu, TBM Insan Cita mencoba menghadirkan gerakan literasi dengan pendekatan yang lebih dekat dan membumi," ujarnya.
Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kabupaten Indragiri Hilir, Bapak Ridwan Syafi'i. Menurutnya, Literasi Teras Masjid merupakan sebuah kreasi dan inovasi baru dalam gerakan literasi daerah.
"Saya melihat ini sebagai terobosan yang sangat baik. Sepanjang yang saya ketahui, belum ada TBM di Indragiri Hilir yang melaksanakan kegiatan literasi dengan konsep Teras Masjid seperti ini. Ini adalah kreasi baru yang patut diapresiasi karena mampu menghubungkan nilai keagamaan dengan gerakan literasi masyarakat," terus evaluasi untuk kedepan dan saya berharap kegiatan ini terus berlanjut ungkap Ridwan Syafi'i.
Melalui Literasi Teras Masjid, TBM Insan Cita tidak hanya menghadirkan kegiatan membaca, tetapi juga berupaya menghidupkan kembali tradisi keilmuan yang pernah tumbuh subur di masjid-masjid. Sebuah langkah kecil yang diharapkan mampu menyalakan semangat belajar, memperkuat budaya literasi, dan melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, serta memiliki kesadaran intelektual yang kuat.