TEMBILAHAN - Sebuah semangat baru bagi dunia literasi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali terpancar. Taman Baca Masyarakat (TBM) Insan Cita resmi diluncurkan dalam rangkaian agenda Pekan Literaksi #9, pada Ahad 28 Juni 2026 mulai pukul 09.00 hingga 10.30 WIB, bertempat di Warkop Insan Cita, Tembilahan.
Peresmian TBM Insan Cita dilakukan secara langsung oleh Ketua Forum TBM INHIL, Ridwan Syafi'i. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi lahirnya pusat literasi baru ini dan menyampaikan harapan besarnya untuk kemajuan budaya baca di Bumi Seribu Parit.
"Alhamdulillah, hari ini bertambah lagi pejuang-pejuang literasi masyarakat. TBM Insan Cita merupakan TBM yang lahir ke-72 di Kabupaten Inhil. Saya berharap TBM ini bisa konsisten bergerak, terus berkarya dalam meningkatkan indeks literasi INHIL, serta saling berkolaborasi dengan pegiat lainnya guna mencapai tujuan bersama," ujar Ridwan Syafi'i di hadapan para undangan yang hadir.
Kelahiran TBM Insan Cita ternyata memiliki cerita menarik di baliknya. Ashar Wibowo, selaku founder sekaligus penggerak TBM Insan Cita, mengungkapkan bahwa pendirian taman baca ini berawal dari keresahan dua orang terhadap fenomena menurunnya budaya membaca di lingkungan sekitar.
"TBM Insan Cita lahir dari dua orang yang diskusi terhadap kegelisahan terhadap menurunnya budaya membaca di sekelilingnya. Sementara itu ia menguapkan termakasih sedalam dalamnya kepada pihak yang telah membatu menyukseskan hingga TBM ini lounching, Ia berharap semoga teman2 teman, bapak dan ibu pegiat literasi yang lebih senior dapat membarengi proses perjalanan TBM Insan Cita untuk mencapai tujuan bersama," tutur Ashar Wibowo dengan penuh haru dan semangat dalam sambutannya.
Acara peluncuran yang berlangsung di Warkop Insan Cita ini dihadiri oleh puluhan pegiat Literaksi serta para founder TBM se-Tembilahan. Suasana semakin hangat ketika Loyer Masuk Sekolah Bundo Titin menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi perjuangan di dunia literasi. Ia mengingatkan bahwa menjadi penggerak literasi bukanlah tentang imbalan materi, melainkan pengabdian tulus dari hati.
"Seorang penggerak literasi haruslah memulai dengan hati dan penuh keikhlasan. Karena di TBM ini, kita tidak mendapatkan uang ataupun gaji. Kita semata-mata mengabdikan diri untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa," tegasnya, yang langsung mendapat sambutan meriah dari para peserta.
Kehadiran para tokoh muda inspiratif turut mewarnai acara ini. Tampak hadir Duta Remaja Inhil, Duta Narkoba Polres Inhil, serta Duta Ekonomi Syariah STAI. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa gerakan literasi memiliki keterkaitan erat dengan berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pencegahan narkoba, hingga pemberdayaan ekonomi syariah.
Kegiatan yang berlangsung interaktif ini juga dimeriahkan dengan sesi *Sharing Session* yang dipandu secara menarik. Para peserta dan narasumber terlibat dalam diskusi hangat membahas tantangan serta peluang pengembangan literasi di Kabupaten Indragiri Hilir. Berbagai gagasan segar pun mengalir, mulai dari strategi menjangkau pembaca di daerah terpencil hingga pemanfaatan teknologi untuk mendukung gerakan literasi.
Puncak acara ditutup dengan aksi donasi buku yang diserahkan oleh para peserta dan undangan sebagai simbol komitmen kolektif untuk terus menghidupkan budaya membaca di tengah masyarakat. Rangkaian acara pun diakhiri dengan sesi foto bersama, mengabadikan momen bersejarah bagi pertumbuhan literasi di Inhil.
Dengan hadirnya TBM Insan Cita yang lahir dari kegelisahan dan semangat pengabdian, diharapkan akses terhadap bahan bacaan bagi masyarakat Inhil semakin mudah dan merata. Semangat kolaborasi yang digaungkan oleh para pegiat literasi ini pun menjadi fondasi kuat untuk mewujudkan cita-cita bersama: masyarakat Inhil yang cerdas, berbudaya, dan berdaya saing melalui literasi.