Desa Sencalang-Bullying masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi dunia pendidikan. Tindakan seperti mengejek, mengucilkan, mengintimidasi, hingga melakukan kekerasan fisik maupun verbal tidak dapat lagi dianggap sebagai candaan. Perilaku tersebut dapat meninggalkan dampak yang serius terhadap kesehatan mental, kepercayaan diri, serta perkembangan akademik dan sosial peserta didik.
Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Islam Indragiri (UNISI), mahasiswa menggelar sosialisasi pencegahan bullying sebagai upaya menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah bagi setiap anak. Kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi untuk memperkuat kepedulian seluruh warga sekolah terhadap bahaya perundungan.
Mahasiswa KKN Tematik UNISI mengajak para siswa untuk membangun budaya saling menghormati, menghargai perbedaan, serta berani menolak dan melaporkan segala bentuk bullying. Keberanian untuk saling menjaga dan mendukung teman yang menjadi korban merupakan langkah awal dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan positif.
Peran guru menjadi sangat penting sebagai pendidik sekaligus pembimbing. Guru diharapkan mampu mengenali tanda-tanda bullying sejak dini, memberikan pendampingan kepada korban maupun pelaku, serta menanamkan nilai-nilai karakter seperti empati, toleransi, dan saling menghargai dalam setiap proses pembelajaran.
Di sisi lain, orang tua memiliki tanggung jawab yang tidak kalah besar dalam membentuk karakter anak. Komunikasi yang terbuka di lingkungan keluarga, perhatian terhadap perubahan perilaku anak, serta kerja sama yang baik dengan pihak sekolah menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya bullying maupun menangani kasus yang muncul.
Pencegahan bullying tidak dapat dilakukan hanya melalui sosialisasi sesaat. Diperlukan komitmen bersama antara guru, orang tua, dan siswa untuk membangun budaya sekolah yang saling menghormati. Sekolah perlu menyediakan ruang yang aman bagi siswa untuk menyampaikan keluhan tanpa rasa takut, sementara orang tua diharapkan aktif mendampingi perkembangan anak di rumah dan menjalin komunikasi yang baik dengan pihak sekolah.
Sebagai langkah yang berkelanjutan, sekolah diharapkan mengintegrasikan pendidikan karakter dan pencegahan bullying ke dalam kegiatan pembelajaran maupun aktivitas sekolah secara rutin. Selain itu, peningkatan literasi digital juga menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan di era teknologi saat ini. Guru, orang tua, dan siswa perlu dibekali pemahaman tentang etika bermedia sosial, penggunaan teknologi secara bijak, serta cara mengenali dan mencegah cyberbullying. Edukasi ini penting agar peserta didik tidak hanya terlindungi dari perundungan di lingkungan sekolah, tetapi juga mampu bersikap cerdas, bertanggung jawab, dan saling menghormati dalam ruang digital.
Melalui kolaborasi yang berkesinambungan antara sekolah, guru, orang tua, dan siswa, diharapkan tercipta budaya saling peduli, menghargai perbedaan, serta berani melawan segala bentuk bullying, baik secara langsung maupun di dunia maya. Mahasiswa KKN Tematik UNISI berharap gerakan ini menjadi awal dari upaya bersama untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan digital, sehingga lahir generasi yang berkarakter, berintegritas, dan mampu menggunakan teknologi secara positif demi masa depan yang lebih baik.